KU , AKU
Aku tak pernah memilih di mana aku akan dilahirkan, jam berapa, hari apa, tanggal berapa, bulan apa, tahun berapa, dan pada keluarga mana aku akan lahir . Aku hanya menjalani sebuah skenario besar kehidupan yang agaknya telah ditulis dengan penuh inspirasi oleh empunya alam semesta. Sebagai salah satu pemeran dalam skenario besar kehidupan tersebut, tentu dengan bangga aku akan melakoninya sebaik mungkin.
Beruntung aku di lahirkan di sebuah kota kecil yang damai, di sebuah rumah yang bagus untuk ukuran saat itu, di tepi pantai yang indah, di tengah keluarga yang tak tercela. Beruntungnya lagi, aku adalah anak pertama yang benar-benar dinanti, oleh ibu, ayah, datuk dan nenekku.
Dalam skenario besar itu tertulis bahwa aku dilahirkan pada jam 5 pagi, hari Selasa Wage, tanggal 15 bulan Februari tahun 1972. Datukku yang mantri kesehatan, assisten seorang dokter Belanda dengan bahagia telah menyiapkan nama buat aku, tentu nama yang kebelanda-belandaan. Alhasil inilah nama aku sekarang , plus nama pemberian ayah dan ibu yang bahagianya bukan main..Noni Hevianti, bukan Fransiska, Minten, Dropadi atau Mata Hari.




0 comments:
Post a Comment